Cinta Kepada Kebaikan

Bookmark and Share
Belakangan ini Hana suka sekali mengikuti apapun yang dilakukan ibunya maupun ayahnya. Pernah satu hari Hana mengeluarkan buku Iqra'nya, "ayah, Hana mau ngaji.." begitu buku dikeluarkan saya pikir Hana yang membacanya, ternyata dugaannya saya salah. Saya yang membaca, Hana yang jadi gurunya. "ayo ayah baca ya.."Setiap kali saya membacanya, Hana mengingatkan, "ini ba yah..".."ini Tsa..." Saya baru mengerti Hana mengikuti cara ibunya sedang mengajar mengaji. kecintaan ibunya pada kebaikan rupanya menularkan pada diri Hana cinta kepada perbuatan-perbuatan yang baik juga.

Cinta kepada kebaikan, tidak akan melihat dari siapa yang memiliki kebaikan itu, bahkan kebaikan yang ada pada musuhnya. Cinta seperti inilah yang bisa mengantar manusia ke tingkat cinta kepada Alloh. Bagi sufi Rabi`ah al Adawiah, cintanya kepada Alloh SWT bahkan sudah tidak memberi ruang di dalam hatinya untuk membenci, bahkan untuk membenci syaitan.

Kaarena itulah cinta bersifat indah, maka orang yang sedang dimabuk cinta hatinya selalu berbunga-bunga, wajahnya berseri-seri, mempersepsi alam (misalnya bulan, gemerincik air, langit biru , bentangan alam dan sebagainya) sebagai dukungan atas cintanya, oleh karena itu ia mengerjakan pekerjaan dengan riang gembira. Sebaliknya orang yang sedang menderita karena cinta, misalnya cintanya ditolak, maka hatinya menjadi gelap, dan semua pemandangan seperti mengejeknya, dan pekerjaan sebagai sesuatu yang menyebalkan. Hanya orang yang kuat kepribadiannya yang justeru dapat melupakan kegetiran cintanya dengan memindahkan energinya pada berbuat baik pada orang lain.

{ 0 komentar... Views All / Send Comment! }

Poskan Komentar